Cara Menggunakan Multitester Analog dan Digital dengan Benar

No comment 1110 views

Kamu bingung cara menggunakan Multitester Analog dan Digital ? Mutitester itu apa sih kenapa banyak orang yang bingung bagaimana cara membaca multitester. Multitester adalah sebuah alat yang berguna untuk mengukur Voltage (sebuah tegangan), Ampere (Arus Listrik), Ohm (Hambatan/Resistor) dalam satu unit. Multimeter atau sering di sebut dengan nama lain AVOmeter (singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter) baik yang versi analog ataupun yang digital.

Jenis dari multimeter ini sebenarnya ada 2 yaitu jenis Analog Multimeter (AMM) dan Digital Multimeter (DMM). Namun karena mudah pengoperasian dan harga yang sedikit terjangkau maka Digital Multimeter (DMM) lah yang sekarang banyak di gunakan oleh para banyak Teknisi Elektronik maupun para penghobi Elektronika. Tapi sayangnya tak banyak orang yang faham cara menggunakan multitester digital maupun cara menggunakan multitester analog

Akan tetapi tidak berhenti disitu saja karena dengan perkembangan dunia yang semakin maju dan semakin canggih kini sebuah Multimeter atau Multitester tidak hanyak digunakan untuk mengukur Ampere, voltage dan Ohm saja. Tapi sudah dapat mengukur Kapasitansi, Frekuensi, dan Induksi dalam satu unit saja (terutama pada multimeter Digital). Berikut adalah salah contoh fitur yang ada di Multimeter atau Multitester :

  • Voltage (Tegangan) AC dan DC.
  • Current (Arus Listrik)
  • Resistance (Hambatan)
  • Capacitance (Kapasitansi)
  • Frequency (Frequensi)
  • Inductance (Induktansi)
  • Pengukuran atau Pengujian Dioda
  • Pengukuran atua Pengujian Transistor

 

Berikut adalah Cara Membaca Multitester Analog

Untuk yang ini kamu harus mengerti bagian-bagian dari multitester atau multimeter itu sendiri agar kamu gak kebingungan dan ini juga memudahkan kamu dalam belajar bersama aku. Yuk simak bareng-bareng :

cara menggunakan multitester analog dan digital dengan benar1

Itu adalah salah satu contoh jenis Multimeter analog. Aku akan jelaskan bagian-bagian dari multimeter :

  1. Sekrup Pengatur Jarum, Sekrup ini berguna untuk mengatur Jarum agar bisa di atur kembali ke titik nol (reset jarum). Sekrup ini sangat berguna karena sangat berpengaruh pada hasil yang dikeluarkan pada saat kita mengukur sebuah tegangan AVO atau yang lain.
  2. Tombol Pengatur Ohm, disini berbentuk tombol namun disini memiliki fungsi yang sama dengan sekrup pengatur jarum tapi disini digunakan untuk mengatur angka nol pada skala Ohm. Proses untuk mengatur skala Ohm ini bisa kita sebut dengan nama Kalibrasi OhmMeter yaitu dengan melakukan penyatuan Terminal (Ujung Merah bertemu dengan ujung terminal yang hitam) dan lihat pada layar penunjuk jarum akan bergerak ke kanan (disitu terdapat angka Nol putar tombol pengatur nol Ohm sampai jarum menunjukkan angka nol).
  3. Skalar Pemilih

Saklar ini harus diposisikan sesuai dengan apa yang diukur, misal kamu ingin mengukur tegangan AC maka atur/putar saklar hingga menyentuh skala AC yang ada pada alat ukur tertulis ACV. Bagitu pula jika kamu ingin mengukur tegangan DC yang kamu harus lakukan adalah mencari tulisan DCV, begitu juga seterusnya.

Berikut adalah salah satu contoh untuk mengukur tegangan DC (DC Voltage) :

  • Atur posisi saklar selector ke DCV
  • Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 6 volt, puter saklar selector ke 12 volt (khusus multimeter Analog)
  • Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan di ukur. Probe merah terminal positif (+) dan probe hitam ke terminal negative (-). Hati-hati agar jangan terbalik.
  • Maka akan tampil hasil pengukuran di display multimeter

multitester analog dan digital

 

Berikut cara mengukur tegangan AC (AC Voltage)

  • Atur posisi saklar selector ke ACV
  • Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 volt, puter saklar selector ke 300 volt (khusus multimeter Analog)
  • Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan di ukur. Untuk tegangan AC tidak ada polaritas negative (-) dan Positif (+)
  • Maka akan tampil hasil pengukuran di display multimeter 

tegangan AC

Berikut cara mengukur tegangan Resistor (Ohm)

  • Atur posisi saklar selector ke Ohm (Ω)
  • Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda ‘X’ yang artinya ‘Kali’ (khusus multimeter Analog)
  • Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas jadi boleh terbalik
  • Maka akan tampil hasil pengukuran di display multimeter (khusus untuk yang analog multimeter, di perlukan pengalian dengan setting di langkah kw 2)

Resistor (Ohm)

Berikut cara mengukur tegangan Arus Listrik (Ampere)

  • Atur posisi saklar selector ke DCA
  • Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan yang akan diukur. Jika arus yang akan kamu diukur sekitar 100mA maka putarlah saklar selector kira-kira 300mA (0.3A). jika arus yang diukur yang telah dipilih, maka sekering (fuse) dalam multimetera akan putus. Kita harus menggantinya sebelum memakainya lagi.
  • Putuskan jalur catu daya (Power supply) yang masih terhubung ke beban
  • Hubungkan probe multimeter ke terminal jalur yang kita putuskan tersebut. Probe merah ke Output Tegangan positif (+) dan probe hitam ke negative (-)
  • Maka akan tampil hasil pengukuran di display multimeter (khusus untuk yang analog multimeter, di perlukan pengalian dengan setting di langkah kw 2)

tegangan Listrik (Ampere)

author

Leave a reply "Cara Menggunakan Multitester Analog dan Digital dengan Benar"